Postingan

Menampilkan postingan dengan label Arsip Cerpen Lomba

Diary sang Zombigaret

“Si Garet Membuat Paru-paruku Terbakar”  oleh Iwan Ridwan Siang itu ragaku seakan melayang, diriku seperti kehilangan fungsi sebagian raga yang terasa mulai lenyap disetiap jengkalnya. Mata mulai sayup, suara tangis terdengar ke dalam pusat hatiku, terdengar suara rintihan seseorang di sebelah badanku.   Terasa sulit paru-paru ini untuk menghirup meski sebotol udara telah menempel pada mulutku. Beberapa jam tak sadarkan diri, terasa ada yang mengajakku dalam suatu ruangan gelap dan di ujungnya ada suatu cahaya putih. Lalu aku beranikan diri menjemput setitik cahaya itu. Aku terbawa ke dalam sebuah lorong lubang jarum dan akhirnya sampai disebuah tempat yang sangat mengerikan. Air berwarna merah, rangka-rangka tulang manusia berceceran dimana-mana. Mencoba berjalan disetiap pijakan tanah basah berbau anyir, ditengah perjalanan bertemu seseorang lelaki berbaju putih seperti seorang Tabib yang sedang berzikir. Aku pun bertanya, “Anda ini siapa, tempat apa sebenarnya...

Sekolah Ilalang Koli

Sekolah Ilalang Koli             Sekolahku telah berdiri lebih dari setengah abad sejak negeriku merdeka, namun kondisi sekolahku tak seperti teman sebayaku di kota. Ilalang menjadi payungku dan teman-temanku dari panasnya sinar matahari. Sekolah kami beralaskan tanah dan hanya memakai daun koli sebagai pelindung. Kami harus merasakan panas dan dingin ketika belajar serta keluar kelas ketika hujan tiba, karena sekolah kami seperti akan terbang bagai layangan yang putus dari talinya. Sekolahku hanya memiliki dua orang pengajar yakni pak Ali dan Bu Ani, keduanya merupakan sumber pengetahuan bagi kami karena tidak ada yang mau mengajar di pulau kami ini. Aku tinggal di desa Tomwawan kecamatan lemola yang tergabung dalam pulau terluar dan terpencil di Indonesia. Aku tinggal bersama ayah dan ibu di sebuah rumah panggung beratap ilalang. Pemukiman kami jauh dari peradaban perkotaan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ...

Cerpen nonFiksi

“Batu Segal Sinabung” Daerah yang berdampingan dengan gunung memang menyimpan sejuta cerita, salah satunya rawan bencana meletusnya gunung tersebut. Siang itu bencana menyinggahi Gunung Sinabung-Sumatra Utara. Sinabung kembali membangunkan manusia bahwa ia masih hidup dan dapat mengancam kelangsungan hidup umat di sekitarnya. Luapan erupsi serta awan panas terus menutupi keindahan bumi ini, korban demi korban terus berjatuhan seiring rasa frustasi warga yang hanya meratapi rumah-rumah mereka dari kejauhan yakni di posko pengungsian. Posko pengungsian yang ada, sangat tidak layak untuk dihuni dan jauh dari kondisi nyaman, para pengungsi selalu mengeluhkan perhatian pemerintah yang dianggap tidak simpati kepada mereka. Sehingga banyak dari mereka yang mencoba kembali ke daerah mereka untuk memeriksa rumah mereka dan tak sedikit dari mereka harus mempertaruhkan nyawanya. Di tengah-tengah pengungsi terdapat sosok heroik yang berani menginjakan kakinya di puncak sinabung, yakni te...